April 2, 2019

Yukk!! Pahami PEMILU 2019 | OSIS SMKN 1 Bawang

Halo Teman! 17 april tinggal menghitung minggu saja ya. Bagi teman – teman yang sudah membaca artikel kita sebelumnya pasti tahu dong. Ada apa dengan 17 April? Ya! Akan ada PEMILU SERENTAK. Suara kita sebagai generasi millenial juga salah satu yang menentukan ya. Oleh sebab itu jangan sampai ada yang golput ya jika kalian telah memiliki hak pilih.. Bagi sobat yang masih belum paham mengenai CARA PENCOBLOSAN yang benar. Mari simak ulasan serta review informasi berikut ini J
Pemilihan Legislatif (PILEG) dan Pemilihan Presiden (PILPRES) 2019 akan digelar secara serentak pada 17 April 2019.
Masa kampanye direncanakan mulai tanggal 13 Oktober 2018 sampai April 2019. Tahapan pelaksanaan pemilu dipersingkat menjadi 18 bulan atau 18 hari sebelum hari-H. Tahapan awal yang dilaksanakan pada 1 Oktober 2017 adalah verifikasi parpol peserta pemilu. Pada pemilu sebelumnya, tahapan pemilu ini dilaksanakan 22 bulan sebelum hari H. Perubahan tahapan awal ini implikasi berkurangnya masa kampanye dari 1 tahun menjadi 6 bulan.

v  Berikut merupakan tahapan lengkap PEMILU 2019 :
  1. Masa kampanye direncanakan mulai 13 Oktober 2018 – 13 April 2019.
  2. Verifikasi parpol pada 1 Oktober 2017.
  3. Penetapan parpol peserta pemilu pada 1 Maret 2018.
  4. Pengajuan bakal caleg DPR, DPD, dan DPRD pada Mei 2018.
  5. Pengajuan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden pada Agustus 2018.
  6. Penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) DPR, DPD, dan DPRD pada Agustus 2018.
  7. Penetapan Calon Presiden dan Wakil Presiden serta Daftar Calon Tetap (DCT) pada September 2018.
  8. Penetapan Nomor Urut pasangan calon, 21 September 2018.
  9. Masa kampanye calon anggota DPR/DPD/DPRD dan CAPRES/CAWAPRES, 23 September 2018 – 13 April 2019.
  10. Debat Pertama : Hukum, HAM, dan Terorisme, 17 Januari 2019.
  11. Debat Kedua : Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hdup serta Infrastruktur, 17 Februari 2019.
  12. Debat Ketiga : Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Kebudayaan.
  13. Debat Keempat : Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan, dan keamanan, Hubungan Internasional, 30 Maret 2019.
  14. Debat Kelima : Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan, dan Investasi, 13 April 2019.
  15. 14 – 16 April 2019 Masa Tenang.
  16. 17 April 2019 Pemilihan Umum (PEMILU), Pemungutan dan perhitungan suara.
  17. 25 April 2019 Rekapitulasi dan penetapan hasil PEMILU tingkat nasional.
  18. 20 Oktober 219 Sumpah dan Janji Pelantikan Presiden/Wakil Presiden.
  •  Untuk dappat masuk dalam DPT. Ada 3 Syarat wajib berikut ini :

1.      WNI
2.      Berusia 17 tahun
3.      Pernah/Sudah Menikah
  • Dalam Pemilu 2019, masyarakat akan mencoblos lima kertas suara. Pemilu tahun ini dikenal juga dengan istilah Pemilu Lma Kertas Suara, karena dilakukan secara serentak. Untuk pemilih Caleg serta Capres/Cawapres.
Ada 5 Kertas yang akan dicoblos saat Pemilu 2019. Yakni :
  1. Warna Hijau untuk DPRD KABUPATEN/KOTA
  2. Warna Biru untuk DPRD PROVINSI
  3. Warna Kuning untuk DPR RI
  4. Warna Merah untuk DPD RI
  5. Warna Abu – Abu untuk PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN RI
  • Tata Cara Pencoblosan
1.      Pastikan Anda sudah terdaftar dalam DPT. Jika Anda belum terdaftar dalam DPT, namun sudah memenuhi syaratnya sebagai Calon Pemilih. Daftarkan segera pada petugas setempat atau konsultasi melalui RT/RW.
2.      Jika pemilih masih ragu untuk mengetahui apakah namanya sudah terdaftar atau belum, bisa melakukan beberapa cara berikut.
a.  Pemilih mengecek langsung dari DPS yang dipasang di papan pengumuman di kelurahan/RT/RW.
b.      Pemilih bisa mengecek langsung di DPS online.
c.       Terakhir, pemilih bisa mengecek namanya melalui SMS.
d.   Bahkan, jika menjelang hari H belum juga terdaftar, pemilih kamu bisa langsung datang ke TPS dengan membawa KTP.
e.  Jika belum memiliki e-KTP, bisa menggunakan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
f.   Setelah anda terdaftar dalam DPT, Anda bisa langsung datang ke TPS pada hari pelaksanaan pencoblosan untuk menyalurkan hak pilih Anda.
g.   Sebagai pemilih, Anda bisa masuk ke TPS melalui pintu yang telah disediakan. Di lokasi TPS, Anda akan ditemui anitia yang kemudian mempersilahkan Anda mengisi daftar hadir.
h.    Selanjutnya Anda diminta menyerahkan KTP dan surat C6. Kemudian Anda diminta menunggu hingga panita memanggil nama Anda. Usai dipanggil, hal yang perlu dilakukan yakni mengambil surat suara. Kemudian pergi ke bilik suara untuk melakukan pencoblosan.
i.   Ketentuan untuk mencoblos kelima surat suara tersebut pun telah diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Pada surat suara pilpres, ketentuannya harus mencoblos satu kali pada nomor, nama, foto pasangan calon, atau tanda gambar partai politik pengusung dalam satu kotak di surat suara.
j.      Kemudian, surat suara DPR ketentuannya mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar partai politik, dan atau nama calon anggota DPR. Sementara surat suara Pileg DPRD Provinsi, ketentuannya mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar partai politik  dan atau nama calon anggota DPRD Provinsi.
k.     Selanjutnya, untuk surat suara PILEG Kabupaten atau Kota, mencoblos satu kali pada nomor, nama, atau foto calon untuk Pemilu anggota DPD. Surat suara caleg DPD disertai dengan foto caloon, tidak seperti caleg DPR/DPRD yang hanya daftar nama.
l.      Setelah Anda coblos, kemudian lipatlah surat suara sesuai petunjuk. Lalu masukkanlah surat suara itu ke kotak yang tersedia. Sebelum meninggalkan TPS, Anda wajib mencelupkan salah satu jari ke tinta. Ini sebagai bukti Anda telah memberikan hak suara Anda pada Pemilu 2019.

            Demikian info lengkap seputar PEMILU 2019. Mari Sukseskan Pesta Demokrasi di Indonesia! Pemilih berdaulat! NEGARA KUAT!

Sekian. Salam Millenial!


Sumber :


March 21, 2019

Yukk!! Kenali PEMILU 2019 : Tata Cara Pencoblosan | OSIS SMKN 1 Bawang

Halo sobat skansanesia... 17 april tinggal menghitung minggu saja ya, ada apa dengan tanggal 17 april?? Yap betul, hari itu akan menjadi hari bersejarah bagi Indonesia khususnya pada politiknya, pasalnya seperti yang kita ketahui kita akan mengadakan hajatan besar yaitu pesta demokrasi. Oleh sebab itu jangan sampai ada yang golput ya jika kalian telah memiliki hak pilih.. Bagi sobat yang masih belum paham mengenai cara pencoblosan yang benar mari simak penjelasan berikut.

 Pertama, pastikan kita telah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang memiliki 3 syarat wajib yaitu : 
1. Warga Negara Indonesia
2. Berusia 17 tahun atau lebih saat memilih
3. Pernah atau pun sudah menikah

Selanjutnya, periksa nama dan lokasi tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos nanti.

Contoh Denah Tempat Pemungutan Suara

Coblos surat suara dengan benar sesuai ketentuan pasal 535 Undang-undang RI nomor 7 Tahun 2017 yaitu :
  1. Mencoblos satu kali pada nomor, nama, foto pasangan calon, atau tanda gambar partai politil pengusul dalam satu kotak pada suarat suara untuk pemilu presiden dan wakil presiden
  2. Mencoblos satu kali pada nomor satu tanda gambar partai politik, dan atau nama calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota untuk pemilu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
  3. Mencoblos satu kali pada nomor, nama, atau foto calon untuk pemilu DPD.

Berikutnya lipat kembali surat suara yang telah dicoblos dan masukan masing masing surat suara pada 5 jenis kotak suara yang telah disesuaikan. 

Nah sudah paham kan tentang tata cara pencoblosan yang benar..
Jadi, mari kita tunjukkan antusiasme dengan mensukseskan Pemilu serentak 2019..

Salam milenial !

March 18, 2019

Yukk!! Kenali PEMILU 2019 : Pahami Kategori Pemilih | OSIS SMKN 1 Bawang

Hai Sobat Skansanesia!
Jumpa lagi dengan kami :)
Dalam kilas pemilu ini, apa si topik yang akan kita bahas hari ini? Ada yang tau gak nih? Iya betul, artikel kali ini kita akan mengajak sobat semua untuk mengenal apa itu DPT, DPTb dan DPK pada pemilu 2019. Wah jadi penasaran nih ingin tau penjelasannya, yuk sobat kita simak bersama mengenai pembahasan berikut!

3 Kategori Pemilih
Pemilu serentak 2019 mengenal 3 istilah daftar pemilih loh Sobat Skansanesia... yaitu Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Kira-kira apa ya bedanya? Ketiga istilah itu disebut dalam UU Nomor 17 tahun 2017 tentang Pemilu, yang akan diturunkan dalam Peraturan KPU tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara yang sampai saat ini masih disusun oleh KPU. Yuk simak pembahasan lebih lanjutnya! Budayakan membaca ya sobat Skansanesia..

Daftar Pemilih Tetap (DPT)
DPT

Adalah daftar pemilih yang disusun KPU berdasarkan data pemilih pada pemilu terakhir yang disandingkan dengan data kependudukan Kemendagri. Pemilih kategori ini akan mendapatkan surat pemberitahuan memilih atau C6 dan bisa mencoblos pukul 07.00- 13.00 waktu setempat dengan membawa C6 dan e-KTP. Di Pemilu 2019, KPU sebetulnya sudah menetapkan DPT sebanyak 187 juta pemilih dengan rincian 185 juta pemilih dalam negeri dan 2 juta pemilih di luar negeri. Wow banyak juga ya sobat! Namun, atas masukan parpol dan Bawaslu, DPT itu disempurnakan hingga dua kali yng disebut DPT-HP (DPT Hasil Penyempurnaan). Tapi hingga saat ini penyempurnaan belum selesai. Untuk pembahasan yang kedua yaitu Daftar Pemilih Tambahan. Apa ya kira kira? Yuk simak penjelasan lebih lanjut!

Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)

DPTb

Adalah pemilih yang sudah terdata dalam DPT, namun ingin pindah memilih di TPS yang berbeda dari lokasi yang sudah didata. UU Pemilu menyebut beberapa macam pemilih DPTb sebagai berikut:
- Pindah memilih karena menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain 
- Menjalani rawat inap di rumah sakit atau keluarga yang mendampingi 
- Penyandang disabilitas di panti sosial
- Menjalani rehabilitasi narkoba
- Tahanan
- Siswa atau mahasiswa yang jauh dari rumah
- Pindah domisili
- Korban bencana.
Pemilih yang ingin pindah memilih harus mengurus surat pindah memilih (form A5) di Panitia Pemungutan Suara (PPS/kelurahan) paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara 17 April 2019. Petugas PPS akan mencoret nama yang sudah terdata dan memberikan form pindah memilih (A5) untuk diserahkan ke KPU kelurahan tujuan lokasi mencoblos.

Pemilih pada DPTb punya kesempatan menggunakan hak pilih yang sama dengan pemilih DPT yaitu antara pukul 07.00-13.00 waktu setempat, dengan membawa form A5 dan e-KTP. Dalam pilkada serentak 2017, kategori pemilih ini disebut sebagai pemilih DPPh atau Daftar Pemilih Pindahan. Namun istilahnya kini berubah menjadi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Sampai sini udah paham belum nih tentang penjelasan diatas? Sudah pastinya yaa, essst jangan pindah dulu ke lain topik ya sobat karena masih ada satu pembahasan lagi nihh..

Daftar Pemilih Khusus (DPK)
DPK

DPK adalah warga yang punya hak pilih namun belum terdata dalam DPT. Jangan bingung sobat ada solusinya kok. Pemilih kategori ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa e-KTP di TPS terdekat sesuai alamat pada e-KTP. Tidak bisa mencoblos di TPS di luar alamat e-KTP. Namun, pemilih dalam DPK hanya bisa menggunakan hak pilihnya satu jam terakhir sebelum TPS ditutup yaitu pukul 12.00-13.00 waktu setempat, dengan catatan selama surat suara masih
tersedia. Jadi jangan khawatir ya.. 

Gimana sobat Skansanesia udah paham kan mengenai 3 istilah diatas? Asiyapp udah paham dong. Tapi ada yang perlu dicatat nih mengenai Pemilu serentak 2019. Apa pun kategorinya pemilih wajib membawa e-KTP sebagai syarat mencoblos di TPS pada Rabu, 17 April 2019. Jadi jangan lupaa yaa wajib lohh

Sekian Kilas Pemilu hari ini. Terima kasih telah menjadi Generasi yang membudayakan Literasi. Sampai jumpa esok di artikel kami selanjutnya, kami akan memberikan berbagai informasi seputar Pemilu 2019 untuk menambah wawasan sobat skansanesia yang sudah memiliki hak pilih untuk melaksanakan Pemilu. Jadilah pemilih pemula yang cerdas dalam menggunakan hak pilih, 
Pemilih Cerdas
Pemilu Berkualitas.
Salam Millenial! Sampai Jumpa...

March 15, 2019

Yukk!! Kenali PEMILU 2019 : Syarat Menjadi Pemilih | OSIS SMKN 1 Bawang 2018/2019



Hai Sobat!
Jumpa lagi nih bersama kita.

    Tentunya hari ini masih dalam pembahasan yang hangat dong. Saat ini apalagi sih yang asik dibicarakan selain PEMILU 2019? Diantara kalian pasti sudah banyak yang tahu dari berbagai media yang kerap membahas desas - desus PEMILU 2019.

   Sebagai calon pemilih yang cerdas, kita selaku generasi milenial pastinya jangan sampai ketinggalan juga dong dengan informasi seputar PEMILU 2019.

       Sobat, hari ini kita akan membahas seputar pemilu yang bagian mana sih?
Nah, pada hari Rabu, 13 Maret kan sudah membahas tentang gambaran umumnya.
Hal terpenting yang harus teman - teman ketahui selain gambaran umum tentang PEMILU 2019 adalah Syarat menjadi Pemilih di Indonesia.

    Jadi sudah tahukah teman-teman apa saja yang menjadi syarat menjadi syarat menjadi Pemilih Pemula?

Syarat wajib menjadi Pemilih Pemula ada 3. Diantaranya adalah

1. Warga Negara Indonesia
KTP

    Sudah pasti syarat wajib dalam PEMILU adalah yang memilih berkependudukan Warga Negara Indonesia. Bagaimana tidak? Karena yang akan dipilih nantinya adalah masa depan untuk negara. Jadi, tentu saja yang memilih adalah warga negaranya.

2. Berusia 17 tahun
17th

     Syarat yang kedua adalah bagi teman - teman yang sudah berumur 17 tahun dan sudah memiliki E-KTP.

3. Pernah/Sudah Menikah
Buku Nikah

    Nah itu tadi syarat-syarat wajib sebagai Pemilih Pemula di Pemilu 2019. Sudahkah kalian memenuhi syarat? Pasti sudah ada dari kalian yang telah memenuhi syarat tersebut ya. Selain hal di atas, ada syarat lainnya loh. Yakni, tercantum dalam DPT. Apa itu DPT? Pembahasan lebih lengkap ada di artikel Kilas Pemilu berikutnya :)

       Sekian Kilas Pemilu hari ini. Terima kasih telah menjadi Generasi yang membudayakan Literasi. Sampai jumpa besok, Sobat.

Salam Millenial!

March 13, 2019

Yukk!! Kenali PEMILU 2019 | OSIS SMKN 1 Bawang

     Halo sobat skansanesia jumpa lagi bersama kami ya..
Kali ini masih dalam topik pembicaraan seputar PEMILU 2019 ya sobat.
Coba tebak hari ini pembahasan akan merujuk ke bagaian apa? 
Iya betul pada topik kali ini kita akan membahas tentang gambaran umum tentang PEMILU 2019. 

Pemilu 2019


     Ada yang tahu gak nih seperti apa sih gambaran umumnya PEMILU 2019? yukkk to the point aja ke pembahasan. Jadi PEMILU 2019 kali ini berbeda loh sobat dari PEMILU sebelumnya. Tahun ini Pemilihan Legislatif (PILEG) dan Pemilihan Presiden (PILPRES) 2019 akan digelar secara serentak pada 17 April 2019. Kalian pastinya sudah banyak yang tahu bukan kalau Rangkaian tahapan sudah dilakukan sejak Oktober 2018. So, apa sih yang menjadi hal menarik dari PEMILU tahun ini? Yaaaa jadi dalam PEMILU 2019 kalian yang udah punya hak pilih nih akan mencoblos 5 kertas suara loh. Wahhhh banyak sekali bukan? Ya pastinya dong. 

     Pemilu tahun ini dikenal juga dengan istilah Pemilu Lima Kertas Suara, karena dilakukan secara serentak  untuk pemilih Caleg serta Capres/Cawapres.
Biar sobat skansanesia ngga bingung, nih gambaran surat suara yang nantinya akan kalian temui kurang lebih seperti :
Warna Abu – Abu untuk PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN RI
Warna Kuning untuk DPR RI
Warna Merah untuk DPD RI
Warna Biru untuk DPRD PROVINSI
Warna Hijau untuk DPRD KABUPATEN/KOTA
Gambaran Lebih jelasnya seperti gambar berikut.
5 Warna Kertas Suara Pemilu Serentak 2019
     Hati- hati ya sobat jangan sampai bingung heehhe. Eitsss bukan hanya itu yang membuat sobat skansanesia harus hati- hati nih kita kasih tambahan informasinya masih seputar gambaran kertas suaranya. Design kertas suara untuk Pemilihan Legislatif berukuran 52 cm x 82 cm. design surat suara untuk memilih DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, tidak ada foto. Hanya ada nama calon legislatif. sedangkan, surat suara Pilpres dan DPD RI menggunakan foto.
Nahhhh, harus lebih teliti lagi ya sobat.

     Masih lanjut ke gambaran DPT PEMILU 2019 sobat. Jadi berdasarkan rapat pleno KPU bersama BAWASLU, DKPP, peserta PEMILU dan lembaga pemantau PEMILU diputuskan jumlah DPT Pemilu serentak 2019 sebanyak 192.828.520. Hue hueee itu orang apa uang ya sobat? Heheheh udah pasti itu 192.828.520 orang sobat.

   Generasi Millenial kemungkinan besar akan berpengaruh besar terhadap haisl Pemilu 2019. Menurut lembaga Survey Nasional, sebanyak 42 % DPT berasal dari Generasi Millenial dengan kisaran umur 17 – 35 tahun lebih tepatnya mencapai 70 – 80 juta pemilih dari jumlah DPT di Indonesia yang akan melaksanakan Pemilu 2019.

     Nah tuh generasi milineal sangat berpengaruh ya dalam PEMILU 2019 ini. Oleh karena itu, sobat skansanesia jadilah calon pemilih tetap yang cerdas dan pastinya tau banyak dong tentang seputar PEMILU 2019 biar tambah mantul dalam memilih.
Jangan bosan untuk terus update informasi yang kita share ya sobat, kuyyy teros kepoin.

March 12, 2019

Lomba Cipta Karya Tulis | OSIS SMKN 1 Bawang 2018/2019

     Hallo sobat Skansanesia, dari OSIS SMKN 1 Bawang kembali menyelenggarakan lomba loh. Yaitu Lomba Cipta Karya Tulis yang mengusung tema "Aku dan Kisahku". Lomba ini merupakan program kerja dari Seksi Bidang 8 "Persepsi, Apresiasi, dan Daya Kreasi Seni". Informasi lebih lanjut, silahkan baca di poster.

"Kehidupan ini adalah debur yang demikian
Tantangannya mesti disambut
Amuk badainya harus ditaklukan
Kecamuknya mesti dijanjikan
Serta gelora yang mesti diungkapkan"

Kutipan puisi tersebut merupakan karya salah satu siswa SMK N 1 Bawang.

Poster Lomba Cipta Karya Tulis
   Nah, untuk Sobat Skansanesia lainnya. Yuk! Coba kembangkan bakat menulismu. Ikuti Lomba Cipta Karya Tulis ini dengan tema "Aku dan Kisahku" Teman - teman bisa mengirimkan karya sastranya dalam bentuk Cerpen/puisi yaa.. Raih kesempatan untuk menangkan hadiah menarik dari panitia dan tunjukkan karya tulis terbaikmu😉
Siapa tahu kalian juaranya yaa😆👍🏼

Ketentuan Umum :
·         Terbuka untuk siswa SMK Negeri 1 Bawang dan tidak dipungut biaya.
·         Follow Instagram @skansanesia_bawang
·         Tema : Aku dan Kisahku
·         Karya murni hasil sendiri, tidak menjiplak atau mengambil dari Internet
·         Bagi peserta yang menjiplak maka akan didiskualifikaasi.
·         Setiap peserta mengirimkan maksimal 3 naskah puisi atau 1 buah cerpen.
·         Naskah tidak mengandung pornografi, kekerasan dan belum pernah dilombakan.
·         Peserta diperkenankan mengikuti satu cabang lomba saja.
·        Semua karya yang telah dikirimkan hak cipta berada di peserta dan hak terbit berada di panitia
·       10 cerpen dan 20 puisi terbaik akan mendapatkan sertifikat penghargaan dan dibukukan.
·        Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
·        Proses penjurian dan pembukuan dimentori oleh Penulis

Ketentuan Penulisan :
·        Naskah cerpen ditulis antara 4-6 halaman.
·     Naskah diketik rapi menggunakan Ms. Word, ukuran kertas A4, spasi 1,5, margin 4 3 , font Times New Roman ukuran 12.
·     Menyertakan biodata singkat berupa narasi dan menyertakan identitas diri (Nama Lengkap – Kelas – No. WA aktif – akun Instagram) di akhir naskah.
· Simpan naskah karya tersebut dalam  format doc/docx dengan nama file Nama penulis_kelas_puisi/cerpen_judul.
Teknis Pengumpulan :
·      Kirim ke email yang telah kami sediakan , alamat email lombaciptakaryatulis@gmail.com dengan subject Nama penulis_kelas_puisi/cerpen_judul

·         Setiap peserta yang sudah memgumpulkan karya wajib memgirimkan petikan naskahnya di story instagram sendiri dengan menyertakan tag akun resmi kami yang nantinya akan di repost di story instagram @skansanesia_bawang.

Jangan lupa share ke teman - teman kelasmu, dan

Selamat Berkarya!

#LombaCiptaKaryaTulis #AkudanKisahku #KaryaPuisiku #KaryaCerpenku #BagikanKisahBebaskanFantasi

January 10, 2019

ASPIRASI SKANSANESIA 18/19

Halo Sobat Skansanesia, mulai periode 2018/2019 untuk penyampaian aspirasi sudah lebih mudah loh. Sekarang teman-teman bisa memberikan aspirasi melalui Website OSIS SMKN 1 Bawang. Yang tentunya lebih mudah, cepat, dan efektif.

Tunggu apalagi, ayo sampaikan aspirasimu!!